Definisi sosiologi



Sosiologi, bagi Auguste Comte, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir perkembangan ilmu pengetahuan, sosiologi lahir pada saat saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sosiologi didasarkan pada kemajuan-kemajuan yang telah di capai oleh ilmu-ilmu pengetahuanlainya. (William F. ogburn dan meyer F. nimkoff, sociology (boston: haugtonmifflin company, 1964) hlm 65) . selanjutnya Comte berkata bahwa sosiologi harus di bentuk berdasarkan pengamatan dan tidak pada spekulasi-spekulasi perihal keadaan masyarakat. Hasil-hasil observasi tersebut harus disusun secara sistematis dan metodologis, tetapi saying sekali Comte tidak menjelaskan bagaimana caranya menilai hasil-hasil pengamatan kemasyarakatan tersebut. Lahirnya sosiologi, tercatat pada 1842, tatkala Comte menerbitkan jilid terkahir dari bukunya yang berjudul positive-philosophy yang tersohor itu.



Pitirim Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari :

  • Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hokum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya)
  • Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala social dengan gejala-gejala nonsosial (misalnya gejala geografis, biologis, dan sebagainya)

  • Cici-cici umum semua jenis gejala-gejala sosial.

(terjemahan bebas dari Pitirim Sorokin, contemporary Sociological Theories, (New York: Harper & Row, 1928), hlm. 760-761).

Roucen dan warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
(terjemahan bebas dari Roucek dan Warren, Sociology, an Introduction, (New Jersey: Littlefield, Adams & Co. Peterson, 1962), hlm. 3).

William F. ogburn dan meyer F. nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
(terjemahan bebas dari William F. Ogburn dan meyer F. nimkoff, sociology, op.cit., hlm. 39)

J.A.A. van doorn dan C.J. lammers berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
(terjemahan langsung dari J.A.A. van Doorn dan C.J. lammers, Moderne SociologieSystematiek en analyse, vijfde druk, Aulia boeken, Utrecht-Antwerpen, 1964. Hlm. 24)

Selo soemardjan dan soelaeman soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial,  termasuk perubahan-perubahan sosial (struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial/norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara perlbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik, antara segi kehidupan agama dengan segi kehidupan ekonomi dan yang lainya, salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan didalam struktur sosial).
(Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (ed), Setangkai bunga Sosiologi ( Jakarta: lembaga penerbitan FEUI: 1974).
(menurut Prof. Dr. Soejono Soekanto dalam buku “sosiologi suatu pengantar”)

Comments